
Desa Libureng, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone – Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Tim PMM menggelar pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi ibu-ibu PKK Desa Libureng. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan pengenalan berbagai jenis tanaman TOGA yang telah dibudidayakan di lingkungan desa, seperti stevia, mint, bunga telang, kumis kucing, sambiloto, daun klorofil, cocor bebek, kunyit, serai, lidah buaya, daun sirih, daun salam, tapak dara, dan berbagai tanaman herbal lainnya. Setelah sesi pengenalan, peserta bersama Tim PMM melakukan penanaman TOGA sebagai upaya mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman obat yang berkelanjutan.
Selanjutnya, pelatihan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun herbal berbahan dasar tanaman TOGA. Peserta diberikan pendampingan mulai dari proses pencampuran bahan, teknik pembuatan, hingga proses pencetakan sabun. Selain itu, ibu-ibu PKK juga diajarkan membuat lulur herbal alami dengan memanfaatkan bahan-bahan tradisional yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan.
Tidak hanya itu, Tim PMM UMI juga memberikan praktik pembuatan teh herbal atau teh rempah yang memanfaatkan kombinasi tanaman TOGA sebagai minuman kesehatan. Peserta diperkenalkan cara memilih bahan, proses pengolahan, pengeringan, hingga teknik pengemasan sederhana agar produk memiliki kualitas yang baik dan siap dipasarkan.
Ketua Tim PMM UMI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Melalui pengolahan TOGA menjadi sabun herbal, lulur, dan teh rempah, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan dapat menjadi sumber pendapatan keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Ibu-ibu PKK aktif mengikuti setiap tahapan praktik, berdiskusi dengan narasumber, serta mencoba secara langsung proses pembuatan produk herbal. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pemanfaatan TOGA tidak hanya menjadi budaya hidup sehat, tetapi juga berkembang menjadi usaha rumah tangga yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Desa Libureng.
